TawaliNews.com,LAMPUNG SELATAN – Perjalanan rombongan pelajar ke Pantai Minangrua, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan berakhir tragis. Bus Permata Hati BE-2694-GG warna silver yang mengangkut 19 orang yang hampir semuanya adalah pelajar itu terperosok ke jurang sedalam 17 meter di Jalan Desa Kelawi-Minangrua, Bakauheni, Rabu (1/7) sekitar pukul 17.05 WIB.

Akibatnya, seorang pelajar bernama Eldani Bintang Alwisia (16) warga Lampung Timur meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan, 17 penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan langsung dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda. Sementara sebagian lagi mendapat perawatan di Puskesmas Rawat Inap Bakauheni.

Menurut saksi di lokasi kejadian, kecelakaan tersebut berawal saat sopir bus Nurkholis mendapat desakan dari sejumlah penumpang yang keseluruhannya pelajar itu, agar bus tetap melaju di turunan tajam pada ruas jalan Desa Kelawi-Pantai Minangtua tanpa menurunkan penumpang.

Saat melaju di turunan curam, bus tidak bisa dikendalikan sehingga terguling berkali-kali dan baru berhenti di dasar jurang.

Kanit Laka Satlantas Polres Lampung Selatan, IPTU Ilham membenarkan insiden tersebut. Namun, ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kejadian itu masih ditangani oleh jajaran Satlantas Polres Lampung Selatan.

“Benar, saat ini masih ditangani oleh unit laka,” singkatnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Poros Daily, dari 19 orang yang ada di dalam bus tersebut, 17 orang diantaranya adalah pelajar. Dengan rincian pelajar SMA Fransiskus Bandarlampung 1 orang, SMAN 3 Metro 3 orang, SMK Solo Jateng 1 orang, SMAN 5 Metro 1 orang, SMAN 1 Metro 11 orang dan sopir serta kernet.

Saat coba dikonfirmasi mengenai kecelakan tersebut, baru pihak SMAN 3 Metro yang bersedia memberikan keterangan.

Kepala Sekolah SMAN 3 Metro, Ibnu Budi Cahyana membenarkan jika ada 3 orang siswanya dalam rombongan tersebut. Namun, ia menegaskan acara jalan-jalan itu bukan merupakan agenda resmi sekolah.

“Bukan acara sekolah. Nggak mungkin (ditengah pandemi Covid-19 ,red) sekolah mengizinkan. Mungkin mereka teman SMP,” tukasnya.(red/nando)

81

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *