Bandarlampung (TN) – Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Bandar lampung tiba-tiba membuat panik pegawai berhamburan keluar dari gedung saat asap muncul dari dalam gedung kantor Badan Pajak Dan Retribusi Daerah (BPRD) Lantai 5 Kantor pemerintah setempat.

Menurut keterangan seorang pegawai setempat, secara tiba-tiba tanpa ada bunyi apapun, kepulan asap muncul dari pelapon di saluran udara lantai 5 Ruangan BPRD.

“Semua lagi pada kerja, tiba-tiba muncul asap dan bau kebakar gitu, kita kaget pak kanan langsung perintahkan keluar semua dari gedung,” Jelas salah seorang pegawai yang nampak cemas dan bercucur keringat keluar dari gedung PTSP.

Sementara itu, Menurut keterangan Kepala Badan (Kaban) Badan Pajak Dan Retribusi Daerah (BPRD) Kota Bandarlampung, Yanuardi menjelaskan bahwa, kronologis kejadian tersebut begitu cepat, saat ia sedang diruang kerjanya, para pegawai tiba-tiba berteriak kebakaran dan ia langsung keluar mengecek lalu memerintahkan para pegawai untuk turun dan keluar dari gedung.

“Saya ada di ruangan, saya dengar ada yang teriak-teriak, kebakaran, saya kelaur ruangan dan lihat benar bahwa ada asap yang muncul dari atas saluran udara dekat AC ini, semua pegawai saya suruh keluar dulu, karena kita tidak tahu ini penyebab nya apa, dan kita langsung minta bantuan ke pemadam kebakaran,, sekarang lagi di cek gardu nya yang di lantai dasar itu,” Jelasnya kepada Haluanlampung.com. Senin(6/7)

Selain itu, Syamsul Rahman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung itu dilokasi kejadian mengatakan, sudah di cek, sudah di tangani. Saat ditanya perihal penyebabnya apa, Syamsul mengatakan karena korsleting listrik dari lampu hias.

Penandatanganan Addendum Kerjasama dan Monitoring Jamkesda Provinsi Lampung
“Kalau kata instalatir karena korsleting lampu hias,” Kata Syamsul Kepala BPBD Kota Bandarlampung.

Disisi lain, nampak Syamsul menegur para instalatir yang tengah mengecek kondisi panel di lantai dasar itu, saat tiba di ruang panel tersebut, ia langsung mengatakan “Lain kali jangan nambah-nambah lampu ya, kasih tau sama yang masang lampu, apalagi nambah AC harus bilang, ujungnya kelebihan beban,” Ujarnya dengan nada tinggi.

Dalam kondisi yang mencekam itu juga ia menanyakan bahwa “lampu itu dari kita bukan, makanya kalau ada penambahan dan pemasangan bilang,” Tegasnya.

Saat bersamaan, salah seorang instalasir menjawab, “gatau pak, kadang gak lewat umum lagi ,” Ujarnya.

Saat hendak mengkonfirmasi ke Denis Adi Wijaya, namun Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung itu tidak berada di tempat (Ruang Kerjanya), informasi dari salah satu staf nya, Kabag umum sedang berada di luar, belum datang.
(rls/antok)

64

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *