TawaliNews,Lampung Timur -Forkopincam bersama dengan Kepala desa Muara Gadingmas dan pengelola pantai Kerangmas Mengadakan rapat Kordinasi, terkait adaptasi kehidupan baru dengan akan dibukanya kembali objek wisata pantai Kerangmas dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan berdasarkan surat dari Dinas Pariwisata Lampung Timur itu berlangsung di ruang kerja Camat Labuhan maringgai Senin (13/07/2020).

Surat edaran dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lamtim nomor : 556 / 898 / 22-SK / 2020 tanggal 10 Juli 2020 tentang jawaban permohonan dibukanya kembali usaha – usaha Destinasi Pariwisata yang ditandatangani oleh Kabid Ekonomi Kreatif dan Destinasi Usaha Pariwisata.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Yaya Karyadi SAg MSi, Camat Labuhan Maringgai Indrawati S.Sos, Danramil 429-10 Labuhan Maringgai Kapten Inf Heriyadi Gustian Yang diwakili oleh Pelda Agung, Gunadarma Kasi Pemerintahan Hi Tumiran, Kades Muara Gading Mas Hi Wahono, Kasi Trantib Kecamatan Labuhan Maringgai Erlangga, Pengelola Pantai Kerangmasas Ali dan Bumdes Muara Gading Mas yang diwakili oleh Wandi sunadi

Camat Labuhan Maringgai Indrawati S.Sos dalam sambutanya mengatakan kami ucapkan terima kasih banyak kepada Kapolsek Labuhan Maringgai atas undangan rapat hari ini di ruang kita terkait pantai Kerangmas yang ada di wilayah hukum Polsek Labuhan Maringgai, dan terima kasih banyak atas kehadiran semua undangan.

“Selama ini kami dari Kecamatan sudah turun kelapangan ke pantai Kerangamas namun para pengunjung tidak menerapkan atau menjalankan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan dari Pemerintah. Untuk kedepan kita akan bekerjasama dan mendisiplinkan warga atau para pengunjung pantai Kerangmas secara bersama sama. “Ujarnya.

Sementara Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Yaya Karyadi SAg MSi memaparkan, kami pihak Polsek semangat, yang hadir tentunya harus masih tetap semangat di ruang Camat ini. Pada saat ini kita bersama-sama diuji, karena sudah dibuka namun harus dengan protokol kesehatan yang ketat.”Paparnya.

“Ada tiga hal yang paling penting harus dilaksanakan di pantai Kerangmas yaitu wajib gunakan masker, cuci tangan dan tetap jaga jarak. Dan perlu kita lakukan himbauan atau pemantauan dalam penegakan protokoler kesehatan kepada para pengunjung.”Kata Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, rapat ini untuk pendisiplinan warga dari pintu masuk sampai ke dalam pantai Kerangmas karna namanya warga masyarakat tidak akan patuh kalau tidak ada TNI, POLRI dan POL PP. Nanti akan direncanakan untuk pendisiplinan warga atau pengunjung, akan ditempatkan 3 anggota Polri setiap hari Sabtu dan Minggu dan 2 anggota TNI.

“Adaptasi kehidupan baru para pengunjung harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dan merupakan satu sistem. Kami dari Polri tidak serta merta ingin masuk kedalam pengelolaan pantai Kerangmas namun kita harus bersama- sama menguatkan.”Pungkasnya.

Ditempat yang sama Kades Muara Gadingmas H. Wahono mengatakan pada Forkopincam kami dari Desa MGM dan pengelola pantai Kerangmas dalam menghadapi adaptasi kehidupan yang baru sebelumnya sudah kami sediakan peralatan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan namun banyak diambil oleh masyarakat sekitar.”Kata Kades.

Karena intruksi dari sektor Pariwisata harus mengikuti petunjuk dari Kementrian Pariwisata. Perlu saya sampaikan bahwa untuk pengelolaan pantai perlu saya terangkan bahwa yang diutamakan yaitu semangat pengelolaan pantai sesuai petunjuk Dinas Pariwisata. Untuk karyawan dan beban untuk hari Senin sampai Sabtu kalau hari Minggu distandarkan kembali.”Tutupnya

Dilain sisi Beberapa warga kecamatan Labuhan maringgai yang berhasil dihubungi awak media ini melalui telpone Seluler Milik mereka dan enggan dituliskan jatii dirinya sangat menyambut baik rencana akan dibukanya kembali objek wisata tersebut dan mengharapkan semua pihak dan media massa dapat saling mendukung dan bekerjaxsama dalam mengembangkan objek wisata yang ada di labuhan maringgai wabil khususnya pantai kerang mas.

(Rls/Toni)

67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *