BANDAR LAMPUNG – Janji kepaniteraan program pendidikan profesi keperawatan (Ners) sekaligus pembukaan program pendidikan Ners angkatan 16, Umitra Indonesia digelar di Gedung B.3.5, Universitas Mitra Indonesia yang beralamat Jl. Z. A. Pagar Alam No.7 Gedung Meneng Rajabasa Bandar Lampung, kamis (9/10).

Karena kondisi saat ini sedang mengalami pandemi covid-19 sehingga kegiatan dilakukan secara semi daring, pengukuhan hanya dihadiri oleh 8 perwakilan mahasiswa baru sedangkan mahasiswa yang lain mengikuti secara virtual via Zoom.

Sejumlah 101 mahasiswa mengucapkan janji kepaniteraan program pendidikan profesi keperawatan sekaligus pembukaan program pendidikan profesi Ners di hadapan rektor Universitas Mitra Indonesia, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,MM yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor 3 Umitra Indonesia, Armen Patria.,S.Kp.,MM.,M.Kes.

Dekan fakultas Kesehatan Umitra Indonesia, Ach. Djamil.,MM.,M.Kes, menyebutkan, “Dengan meningkatnya derajat kesehatan, baik individual atau masyarakat, sistem layanan kesehatan harus memberikan kepuasan tatkala memberikan pelayanan terbaik berdasarkan standar mutu”.

Hal lain, yang disampaikan Ach. Djamil yaitu tujuan sistem pelayanan kesehatan salah satunya bisa menghadirkan keadilan. Tiga indikator profesional terkait dengan program profesi ners adalah; Kompetensi, good ethics, dan approval.
Kompetensi menurut mantan kepala dinas kesehatan Lampung Timur ini, berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, fisik, dan mental. Lalu good ethics, terkait dengan perilaku yang sesuai dengan profesi yang dijalankan. Untuk approval, terkait dengan pemerintah atau publik.

“Berapa pun kita memiliki tanda sertifikat, jika pengakuan masyarakat tidak kita dapatkan menjadi hal yang kurang bermanfaat,” ujar Ach. Djamil dalam pengarahannya.

Sesuai laporan Ketua program pendidikan profesi Ners, Ns. Budi Antoro, S.Kep.,M.Kep, Program pendidikan Profesi ini sudah dimulai pada tgl 28 September dengan kegiatan sosialisasi tentang program pendidikan Profesi, ujian pra klinik di laboratorium fakultas kesehatan dilajutkan Pelatihan BHD (bantuan hidup dasar) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya mahasiswa sedang menunggu izin untuk melakukan praktik pada lahan – lahan yang akan digunakan yaitu RSUD Abdul Moeloek, RS Daerah Jiwa Propinsi Lampung, RS DKT, RSU A.Dadi Tjokrodipo, RS Urip Sumoharjo, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung & Panti Tresna Werdha Gerontik Natar (red)

106

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *