BANDAR LAMPUNG – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) provinsi Lampung melakukan pertemuan dengan Dewan pembina IWAPI sekaligus ketua Kadin Provinsi lampung, Dr Muhammad Kadafi.,SH.,MH bertempat di Lieps Cafe, kamis (29/10).

Ketua DPD IWAPI provinsi Lampung, Dr. Ir. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,MM  menyampaikan bahwa stresing IWAPI dari 16 ekonomi kreatif, data yang diperoleh ada 3 penyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) terbesar yaitu fashion, kriya dan kuliner.

“Dari data PDB tersebut IWAPI akan lebih mengembangkan pada bidang kuliner, baik kue basah, kue kering dan makanan khas Lampung lainnya,” Kata Bunda Reny.

Lebih lanjut, rektor Umitra Indonesia dan Koordinator Global Surya Islamic School ini menyampaikan, harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM dan organisasi yang membina UMKM agar terwujud seperti yang diharapkan.

“Perlu sinergi dari semua pihak, baik pemerintah, pelaku UMKM dan orgianisasi yang membina UMKM dalam hal peningkatan keterampilan serta pelatihan digital marketing, alat dan modal pemasaran produk. Jika ini berjalan akan membuat UMKM berkembang yang tentu secara otomatis bukan saja akan meningkatkan perekonomian keluarga tapi juga masyarakat,” Katanya.

Sementara itu, Dr Muhammad Kadafi.,SH.,MH mendukung program IWAPI untuk memunculkan keunggulan dari semua DPC IWAPI. Tentunya perlu database hingga jelas dalam pemetaan dan pelatihan dan nantinya akan dibuat event festival Kuliner.

“Apabila database sudah terkumpul, pelaku UMKM dilatih untuk peningkatan keterampilan dan lain-lain sehingga produk yang dipasarkan bukan saja nasional tetapi berkualitas eksport. Salah satu sarananya adalah festival atau pameran yang akan diadakan baik regional, nasional maupun festival di tingkat internasional,” Terang anggota DPR RI dari dapil Lampung 1 ini.

Untuk mencapai hal itu, Khadafi juga menambahkan, perlu dilakukan pelatihan terkait kemasan yang layak eksport, strategi pemasaran digitalnya, serta proses eksport.

“Hal tersebut bisa dilakukan kerjasama, salah satunya dengan Kadin provinsi Lampung dalam bentuk pelatihan-pelatihan agar para pelaku ekonomi kreatif ini bisa menjangkau pasar eksport,” Pungkasnya. (red)

149

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *