Bandar lampung – Universitas Mitra Indonesia (UMITRA Indonesia) menggelar seminar Arah Kebijakan Ditjen Pendidikan Vokasi dan Profesi Kemendikbud (Pengembangan Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Ruang Pertemuan Rektorat UMITRA Indonesia, Senin (23/11).

Seminar tersebut di hadiri oleh Pemateri seminar, Dr. Yektiningtyastuti, Ketua Yayasan Mitra Lampung, Dr. H. Andi Surya, Wakil Rektor I, II, dan III serta Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi di lingkungan UMITRA Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Mitra Lampung, Dr. H. Andi Surya menyampaikan rasa bangga bahwa UMITRA Indonesia dapat dihadiri tamu kehormatan dari Kemendikbud serta menyampaikan harapannya agar para dosen dapat menyerap sari pati ilmu yang akan disampaikan oleh pemateri seminar.

“Kami merasa bangga UMITRA Indonesia disambangi tamu kehormatan dari Kemendikbud serta saya mengharapkan para dosen UMITRA dapat menyerap sari pati ilmu yang akan disampaikan agar dapat di aplikasikan dengan baik di kampus UMITRA Indonesia ini”. Ucapnya

Dalam sambutannya pula, Ketua Yayasan Mitra Lampung, Dr. H. Andi Surya menyampaikan bahwa untuk tingkat perguruan tinggi swasta (PTS) , dengan mendapatkan akreditasi B ini sudah sangat luar biasa.

“Seperti yang kita ketahui, perguruan tinggi swasta yang mendapatkan akreditasi B itu sudah sangat luar biasa dan Alhamdulillah UMITRA Indonesia sudah meraih akreditasi B untuk Institusi dan mayoritas fakultas serta program studi” Ungkapnya.

Pemateri seminar Arah Kebijakan Ditjen Pendidikan Vokasi dan Profesi Kemendikbud, Dr. Yektiningtyastuti menyampaikan bahwa kampus Merdeka ini dapat menjadi jawaban atas link and match dengan industri, dunia kerja, penelitian, serta kebutuhan desa, kabupaten/kota, negara dan dunia, sehingganya peran dosen ialah sebagai penggerak yang profesional dimana nantinya mahasiswa yang akan melakukan pengembangan diri sejalan dengan program merdeka belajar kampus merdeka.

“Merdeka belajar kampus merdeka ini diharapkan menjadi jawaban atas link and match sehingga sejalan dengan tantangan industri, dunia kerja serta kebutuhan dalam setiap wilayah desa, kabupaten/kota, dan negara, oleh karena itu, dosen merupakan penggerak yang dituntut profesional sehingga mahasiswa dapat mengembangkan diri kearah yang mahasiswa tersebut minati dan sejalan dengan program Merdeka belajar dan kampus merdeka ini” Pungkasnya.

Dalam seminar tersebut juga menerangkan bahwa PTN dan PTS akan dibagi menjadi tiga liga berdasarkan karakteristik dan aspirasinya dimana liga satu perguruan tinggi berdaya saing dengan jumlah lebih dari 18 ribu mahasiwa aktif, lalu liga dua perguruan tinggi berkembang dengan jumlah mahasiswa aktif 5001-18000, lalu liga tiga perguruan tinggi binaan dengan jumlah mahasiswa aktif 1000-5000.

(Red)

80

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *