PRENGSEWU (TN ) – Akibat Banjir bandang yang menghantam beberapa dusun di kedaung Kecamatan Pardasuka, Pringsewu belum lama ini telah menimbulkan kerugian yg cukup besar bagi masyarakat setempat.

Salah satu penyebabnya adalah rusaknya tangkapan air di Kawasan Hutan Lindung Register 21 Perentian Batu,
Tidak dipungkiri bahwa hutan lindung register 21 telah dimanfaatkan oleh masyarakat dalam bentuk tanaman non kehutanan seperti kopi dan kakao.

Kepala UPTD KPH Pematang Neba, Budi satria saat di hubungi TawaliNews.com melalui WhatsApp, menghimbau dan mengajak masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutan lindung untuk turut serta dalam melakukan rehabilitasi hutan secara swadaya.

Kepala KPH Pematang Neba beserta jajarannya seperti kepala seksi, penyuluh kehutanan, polisi kehutanan, bakti rimbawan bersama sama melakukan penanaman pohon bibit produktif pada hari selasa tgl 16 Pebruari 2021 di Pekon Kedaung kecamatan pardasuka, pringsewu,’jelasnya

Lebih lanjut Budi Satria mengatakan Turut serta dalam kegiatan penanaman pohon juga melibatkan beberapa anggota Gapoktan Makmur Lestari.

Dan Kedepan, kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari rehabilitasi hutan tetap diteruskan oleh kelompok tani hutan (KTH), sehingga kita bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya banjir dan longsor.

“Dan Saya sendiri ikut terjun langsung menyampaikan bantuan kepada korban banjir kedaung pada tanggal 17 Januari yg lalu melalui organisasi Iluni UI atau Ikatan Alumni Universitas Indonesia yg ketua nya adalah ibu Chusnunia Chalim, wakil gubernur lampung.

Alhamdulilah, beberapa ruas jalan yg kemarin sempat putus sekarang sudah diperbaiki dan bisa dilewati kendaraan,
Namun bencana banjir masih bisa terjadi tiap saat.

Mari kita tanam pohon untuk rehabilitasi kawasan yang sudah rusak, pungkas budi satria. (Heri/red)

47

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *