PapuaBarat-Sorong,(TN) – Kerusuhan masa kembali terjadi di Mariat Pantai Aimas Kabupaten Sorong pada Minggu malam, 28/3.

Diduga kerusuhan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara sejumlah kelompok warga mariat pantai dan supir taksi Aimas.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika seorang supir dihentikan paksa oleh sejumlah orang yang tak dikenal menggunakan mobil APV berwarna putih tepat di depan jl. Kacang Unit 2 Aimas Kabupaten Sorong pada pukul 8 malam.

Diketahui sejumlah orang yang tak dikenal identitasnya itu kesal lantaran ada keluarga mereka yang tak ditumpangi salah satu mobil angkutan umum.

Karena dibawah pengaruh minuman keras supir angkut itu langsung di todong menggunakan alat tajam dan di paksa keluar dari mobil.

Setelah keluar dari dalam mobil, mobil angkut tersebut kemudian langsung dibawa lari menuju arah mariat pantai.

Sang supir yang tidak terima langsung bergegas melaporkan diri pada rekan-rekan supirnya di sebuah warung makan dekat dengan Mariat Pantai.

Sontak kericuhan pun mulai mengemuka saat supir-supir yang tidak terima setelah mendapatkan laporan itu, seketika langsung datang dan mengamuk sembari membawa alat tajam munuju mariat pantai.

Aksi saling lempar pun terjadi antara kelompok supir dan pemuda mariat pantai. Terlihat beberapa kali masa saling serang dan saling lempar.

Kerusuhan itu berlangsung hingga pukul 11 malam, hingga sejumlah mobil patroli datang untuk mengamankan situasi.

Terdengar beberapa kali tembakan peringatan oleh aparat kepolisian untuk meredam aksi saling serang ini.

Beruntung tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam kerusuhan ini, namun terdapat beberapa fasilitas umum milik masyarakat yang rusak, yakni warung makan (tempat kumpul/nongkrong para supir) dan sebuah motor metik milik warga.

Setelah situasi mulai kondusif, aparat kepolisian mencoba untuk memediasi antara kedua belah pihak, dan mediasi pun dilakukan di kantor Polres Aimas Kabupaten Sorong.

Dalam pertemuan itu kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menandatangani perjanjian damai setelah biaya ganti rugi ini disepakati.

Hal ini tentu memperpanjang deretan kasus kriminal yang disebabkan oleh dampak minuman keras/miras kepada moralitas masyarakat. (Rulaf)

 

221

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *