KKT, (TN) – Merantau di jakarta ARI SOFYAN LALIN ketika kembali ke daerah asal kabupaten kepulauan tanimbar(KKT) dengan sejumlah tindak tanjuk yang dilakukan sangat meresahkan warga masyarakat lebih khusus warga di desa Bomaki kecamatan tanimbar selatan(tansel) kabupaten kepulauan tanimbar(KKT).

Kepala desa(kades) Bomaki Virgilus lamere kepada tim tawalinews melalui telefon seluler 12-05-2021, tersebut menyatakan bahwa kehadiran LALIN didesa Bomaki tersebut sejak tiga minggu lalu di desa Bomaki tanpa ada lapor diri ke pemerintah desa(pemdes)hingga dirinya menunjukan laga seorang anggota TNI AD,bahkan sebagai anggota POlRI,LALIN dengan terang terangan mengaku ke masyarakat bahwa dirinya seorang anggota polisi militer(POM).saya sempat memanggil yang bersangkutan dimintai surat surat identitas yang bersangkutan namun dirinya mengaku bahwa lupa KTP di rumah sehingga ia berjanji hari esok ia akan bawah kepada saya di rumah kepala desa namun berselang beberapa hari beliau tidak membawa KTP,kami pemdes mulai mencurigakannya ujar kades.

Dikatakan juga, berdasarkan perdes yang sudah di tetapkan bersama pemdes,BPD terkait acara malam warga di malam hari sebatas jam 21.00 wit,namun LALIN ketika mengikuti acara ulang tahun(ulta)di tetangga rumah yang di tempati memerintahkan acaranya tetap berlanjut dan dirinya siap bertanggung jawab,bukan saja itu dirinya bersama beberapa pemuda desa yang mengetahui dirinya seorang POM untuk turut bersama sama mengkonsumsi minuman keras(miras)serta memutar musik dan joget jogetan sampai pagi hari tanpa melihat hari hari ibadah.

Saya panggil beliau untuk kedua kalinya dan menanyakan identitasnya namun alasan beliau(LALIN)mengaku bahwa surat surat identitasnya telah hilang kami maklumi namun beliau mulai mencampuri peranan pemdes di desa dengan mengurusi beberapa masalah karena berdalil anggota polisi militer(pom) sampai sampai beliau sempat melaporkan babinkamtibmas desa Bomaki ke polres kepulauan tanimbar karena melakukan nesahat kepada beberapa pemudah yang mencuri bebek.

Tindakan yang di lakukan mulai mengecewakan kami pemerintah desa(pemdes) ungkap kades.
Lanjutnya ketika pencurian HP di lingkungan dirinya(LALIN red)masih mencampuri urusan dan kerja pemdes sehingga yang bersangkutan di panggil untuk ke kediaman kades untuk di tanyakan lagi identitasnya namun beliau menjawab bahwa surat suratnya dirinya telah hilang .

Alasan yang tidak pasti beliau berikan maka kami pemdes menghubungi babinsa dan babinkamtibas untuk mengantar yang bersangkutan ke polsek tanimbar selatan untuk di mintai keterangan keterangan identitas dirinya,
Awalnya dirinya mengaku beragama protestan ketika di polsek ia mengaku beragama katolik,anehnya lagi ketika tas milik yang bersangkutan di periksa oleh pihak piket polsek ternyata mendapat selembar surat berita kehilangan yang menerangkan bahwa dirinya beragama islam,hal ini membuat semua masyarakat yang hadir di polsek menjadi terkejut ujar kades.
Kades menambahkan ketika ada di desa Bomaki ,LALIN membawa tiga orang perempuan yang salah satunya adalah istri orang yang ketika pihak pemdes melacak dari beberapa kerabat dekatnya LALIN.

Anggota gadungan polisi militer(POM)tersebut kini di amankan di polsek kecamatan tanimbar selatan untuk di proses sesuai ketentuan dan undan undang yang berlaku dan akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya ujar kades Bomaki Virgilus Lamere. (Yosua/tim)

82

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *