METRO (TN)-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka tindak pidana korupsi rehabilitasi SMP Negeri 10 tahun 2017, sesaat setelah berkas perkara keduanya dilimpahkan oleh penyidik Polres setempat, Kamis (03/06/2021).

Kepala Kejari Metro, Virginia Hariztavianne melalui Kepala Seksi Intelijen, Rio Halim mengatakan, pihaknya menerima penyerahan para

tersangka tindak pidana korupsi rehabilitasi SMP Negeri 10 tahun 2017,  dari penyidik Polres Kota Metro. Keduanya, yakni mantan Kepala SMP Negeri 10 Metro, Supardi (57), warga Metro Barat, dan  Abdul Basit (51), warga Metro Timur, terakhir tercatat sebagai bendahara SMP Negeri 10 Metro.

Dijelaskannya, keduanya dikenakan pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 juncto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi, atas dugaan korupsi pada Proyek Rehabilitasi  Gedung SMPN 10 Metro, tahun  2017 melalui   Kementerian Pendidikan Nasional  senilai Rp 450 juta

“Namun, dalam pengerjaan terdapat penyimpangan pada pembelian bahan-bahan bangunan dan fiktif dalam pembayaran tukang, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp223 juta,” bebernya.

Menurutnya, usai pemeriksaan terhadap kedua tersangka yang berlangsung hingga pukul 16.10 WIB, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap kedua tersangka, dan dititipkan di Lapas Kota Metro.

“Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka dilakukan selama  20 hari ke depan, sejak tanggal 9 Juni 2021 sampai dengan tanggal 22 Juni 2021,” ungkapnya. (Red)

46

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *