Pesawaran (TN)- Proyek siluman kembali muncul di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, kemunculan proyek siluman tersebut ada di dua dusun sekaligus, satu proyek muncul di Dusun (1) Tanjung Agung dan yang satunya lagi muncul di Dusun (4) Pematang. kamis (03/06/2021)

Tim Media dan Ormas GML-DPD Kabupaten Pesawaran, terkejut mendapati proyek yang tidak jelas asal usulnya, proyek rabat beton di Dusun Tanjung Agung dan proyek jembatan di Dusun Pematang tersebut tidak di pasang plang anggaran, sehingga masyarakat sekitar dusun tersebut desas-desus bertanya tanya berapa sebenarnya anggaran yang di kucurkan untuk pembangunan tersebut.

Menurut keterangan sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan, pak proyek rabat beton di dusun kami ini tidak jelas berapa nilai anggaranya,sebab plang anggaran pun tidak di pasang, bahkan proyek jembatan yang ada di dusun pematang pekerjaannya adalah para perangkat Desa semua, masyarakat, hanya dua orang yang ikut kerja, ini sebenarnya ada apa ya pak sepertinya ada yang di tutup-tutupi oleh kades Abdul wasi, “pungkas sumber tersebut.

Ketika awak Media dan Ormas GML-DPD Kabupaten Pesawaran, mengkomfirmasi Kades Abdul Wasi terkait proyek jembatan dan rabat beton Kades Abdul Wasi, tersebut mengatakan, terkait proyek tersebut silahkan tanyakan saja dengan para Kadus-kadusnya saja agar lebih jelas, “pungkas.

Lantas tim Media dan Ormas GML-DPD Kabupaten Pesawaran, mengkomfirmasi, Kadus Azen di Dusun Tanjung Agung, dan kembali mempertanyakan terkait proyek rabat beton yang telah di bangunnya, Kadus azen menceritakan terkait plang anggaran tersebut, persoalan plang anggaran memang belum di pasang, masih ada di Desa plangnya, kalau GK salah nilainya 26 juta, dan kalau mau lebih jelasnya lagi silahkan tanya dengan Kades, “paparnya.

Kepala Desa (Kades) Abdul Wasi dan para perangkatnya terkesan saling lempar, apabila ada LSM dan Wartawan yang mempertanyakan realisasi Anggaran Dana Desa (ADD), sehingga menyulitkan tim sosial kontrol untuk mengawal kebijakan-kebijakan Pemerintah agar tidak di salah gunakan oleh Kades dan perangkatnya.

Warga Desa Tanjung Agung geram atas prilaku Kades Abdul wasi, yang terkesan tertutup terhadap realisasi Anggaran Dana Desa (ADD), bahkan Kades Abdul Wasi, pun jarang sekali masuk kantor sehingga masyarakat Desa tersebut kesulitan ketika ingin meminta tanda-tangan terkait surat-menyurat bahkan masyarakat Desa Tanjung Agung ketika ada persoalan-persoalan apapun Kades selalu menghindar,

Sesuai undang undang no 14 tahun 2008 tentang transparansi dan keterbukaan publik, seluruh kebijakan dan Anggaran Pemerintah wajib di buka sehingga masyarakat betul-betul dapat mengetahui secara gamblang dan terbuka, terhadap bantuan Pemerintah yang di kucurkan, namun Kades Abdul Wasi di Desa Tanjung Agung, terkesan tidak menghiraukan undang-undang tersebut. (Rudi/Heri Apriyanto).

24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *