Tawalinews.com – Tanimbar

Kepala Desa Waturu, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebut saja BL, bukan tipikal kepala desa yang baik dan tidak patut diteladani oleh para kepala desa yang lain.

Informasi yang di peroleh dari keluarga korban pada hari Jumat, 27 Agustus 2021, pada pukul 23.00 menyebutkan bahwa BL telah dilaporkan ke camat Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) oleh keluarga korban yakni Keluarga Labobar dan Batilmurik karena BL di duga telah berulang kali meniduri istri orang.

Bahkan informasi yang berkembang di Waturu bahwa BL punya kebiasaan buruk meniduri wanita desa tersebut tanpa memandang bulu istri orang atau anak gadis orang.

Hanya saja masyarakat kecewa dengan lantaran pimpinan kecamatan setempat tidak bijak menangani laporan tersebut dan lebih membela oknum kepala desa tersebut.

Soleman Labobar, salah satu pelapor BL, mengatakan bahwa BL sempat menggoda istrinya sebut saja MB, sehingga istrinya terpaksa berhubungan asmara dengan oknum kades bejat tersebut selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Hubungan istri saya MB dengan Pak kades sudah sejak 2019 lalu.

Setiap kali Pak Kades menelpon istri saya, ia datang ke rumahnya di saat rumahnya lagi sepi,saat istri saya tiba di rumah Pak kades, Pak kades menggerayangi  istri saya pada bagian vital tubuh istri saya dan bahkan mencium istri saya berulang kali. Hal itu di akui istri saya di depan Keluarga besar dan tua tua adat marga Labobar dan Batilmurik, tutur Soleman Labobar.

Tak hanya di rumah Kades, lanjut Soleman, aksi bejat sang Kades koboy dengan istri saya MB juga di lakukan di Larat Ibu Kota Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut). Pak Kades dan istri saya melakukan hubungan badan beberapa kali tuturnya.

Menurut Soleman, istrinya mengakui setelah berhubungan badan dengan Oknum Kades tersebut istri Soleman sempat bertanya “apakah bapak tidak malu? lalu Pak Kades katakan tidak karena sudah pernah melakukan hal tersebut berulang kali dengan beberapa wanita bahkan Pak Kades mengakui sudah pernah menghamili salah satu gadis Desa namun di kasih uang oleh Pak Kades untuk menggugurkan janinnya tersebut.

Sayangnya, camat Nirunmas dan kades Waturu hingga saat ini belum sempat dikonfirmasi akibat gangguan sinyal telekomunikasi di daerah tersebut (JS/tim)

80

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *