Tawalinews.com – PAGARALAM LhL

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam telah menutup pasar kalangan atau pasar rakyat di Desa Bumi Agung tersebut. Hal ini disebabkan pihak Pasalnya Pemkot telah merelokasi para PKL ke Pasar Rakyat Dempo Utara yang ada di kelurahan Agung Lawangan.

Dengan adanya larangan tersebut, para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Pagaralam dan sekitarnya dipastikan tidak boleh lagi menggelar dagangan dikawasan Pasar tersebut.

Bahkan sanksi tegas akan diterapkan oleh Pemkot Pagaralam jika masih nekad jualan, sanksinya yaitu kurungan selama 6 bulan dan denda Rp5.000.000. Hal ini tertulis spanduk himbauan di lokasi pasar kalangan Bumi Agung agar para PKL tidak lagi berjualan di sana.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pagaralam Dawam membenarkan jika pasar kalangan atau pasar rakyat Bumi Agung sudah tidak boleh lagi digunakan.

“Benar dikawasan tersebut sudah tidak boleh lagi ada PKL yang berjualan ditepi jalan. Karena pemerintah sudah menyiapkan pasar rakyat yang lebih bagus di kelurahan Agung Lawangan,”katanya. Minggu (19/9/2021)

Dawam menegaskan, jika masih ada PKL yang nekad menggelar lapak dagangan di lokasi Pasar Rakyat Bumi Agung maka akan disanksi tegas dengan hukuman kurungan selama enam bulan.

“Jika masih ada yang dengan sengaja berjualan di sana akan kita sangsi kurungan selama enam bulan dan didenda sebesar Rp 5 juta rupiah,” tegasnya.

Himbauan ini mulai dipasang pada Kamis (16/9/2021) kemarin dan akan mulai diterapkan pada Kamis (23/9/2021) nanti.

“Kita bersama petugas Sat Pol PP nantinya pada Kamis depan akan berjaga dikawasan pasar rakyat Bumi Agung. Jika masih ada PKL yang jualan akan kita ajak bicara secara persuasif namun jika mereka tetap nekad yang kita kenakan sangsi tegas tadi,”jelasnya.

Sementara itu, Mukmin (52) salah satu PKL yang sering berjualan dikawasan itu mengatakan, bahwa relokasi PKL kalangan Bumi Agung pernah dilakukan beberapa waktu lalu dan gagal. Hal ini disebabkan lokasi pasar yang baru sepi dan letaknya tidak ditepi jalan.

“Sepi di sana dek, dan lokasinya jauh dari pusat keramaian. Kalau tidak ada pembeli maka jualan kami dipastikan tidak laku dan kami tidak bisa makan. Karena jualan inilah mata pencaharian kami sehari-hari,”pungkasnya.

Author : Toni Ramadhani

29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *