Tawalinews.com – Maluku Tenggara

Kepada media ini ketika bertemu Kapolsek kei besar AKP ST Kasiuw di ruang kerja terkait dengan penganiyaan oleh ibu EEPeea bahwa pihak penyidik ​​Polsek kei besar sudah melakukan pemeriksaan kepada Korban dan untuk sementara kami masih menunggu para saksi korban untuk melakukan pemeriksaan terkait yang dilakukan oleh terlapor atau ibu EE,Peea.
“Ungkapnya”

Adapun juga,kami dari tim silet jurnalis Tual- Malra berlambang Elang juga mengkonfirmasi Kapolsek kei besar di ruang kerja yang bertempatnya di Mako Polsek kecamatan Kei besar kabupaten Maluku Tenggara Kamis (12-05-2022)

Lanjut Kasiuw bahwa sesuai dengan Siaran Pers tindak pidana penganiyaan sesuai dengan laporan polisi ; LP / B / 06 / V / 2022/ SPKT / sek,kei besar / Res Tual/ Polda Maluku tanggal 06 mei 2022,dan surat perintah penyelidikan Nomor ; SP,Lidik/05/ V/2022/Reskrim tanggal 06 mei 2022 dan waktu kejadian dan TKP tepat hari Jumat tanggal 06 mei 2022 pukul 06,30 wit bertempat di Ohoi Ohoiel kecamatan kei besar kab Malra depan kediaman korban Oma Tante E.Rananmase/ Betaubun.ujar Kapolsek.

Selain itu juga ada alat bukti surat hasil visum Et Repetum nomor ; 800/015/V/2022 tanggal 09 Mei 2022 yang bertanda tangan di bawah ini; dr Marisa O.Luhukay simpan pada puskesmas Elat dan korban di temukan luka robek ada kurang lebih dua sentimeter kali nol koma satu sentimeter yang berada pada dua sentimeter dari garis tengah tubuh dan lima belas sentimeter kali nol koma satu sentimeter dari telinga kiri,bahkan juga luka memar pada dahi kiri kurang lebih tiga koma lima sentimeter jadi semuanya sesuai dengan hasil visum dokter.”Terang Kasiuw.

Itu terkait dengan dugaan tindak penganiyaan yang dilakukan oleh pendeta Ny EE Peea/Watubun terhadap salah satu nenek yang berusia kurang lebih 67 tahun yang juga berstatus sebagai ibu janda di desa Ohoiel pada tanggal 6 Mei 2022, jadi kejadian tersebut benar-benar terjadi dan membuat korban melakukan laporan polisi dan hingga saat ini pihak kepolisian Polsek kei besar sedang melakukan penyelidikan terhadap para saksi guna dapat gelar perkara.”Tendasnya”

Kata Kasiuw bahwa terkait dengan tindakan penganiyaan tersebut membuat korban langsung melakukan visum dokter dan terdapat dua sobekan pada bagian kepala dan juga terdapat luka memar di sebagian tubuh korban pihak kepolisian Polsek kei besar akan tetap melakukan penyelidikan terhadap para saksi untuk mengetahui secara jelas tindakan yang dilakukan oleh Ny EEPeea/Watubun kepada korban E.Rananmase/Betaubun,

Berdasarkan pemeriksaan penyidik ​​Polsek kei besar ternyata tindakan yang dilakukan oleh Ny EEPeea sebanyak tujuh kali,bukan 6 kali yang sudah viralkan beberapa waktu lalu dan ini bentuk pemukulan dengan benda tumpul kepaada korban sehingga mengalami luka sobekan dan memar pada bagian tubuh korban.

Kapolsek kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara juga menambahkan bahwa pihak penyidik ​​Polsek kei besar akan berusaha keras untuk dapat meningkatkan masalah tersebut.

Lanjut Kapolsek bahwa kami sudah menayangkan tiga kali surat panggilan untuk para saksi guna dapat memberikan keterangan terkait dengan kasus penganiyaan terhadap ibu janda, E.Rananmase beberapa waktu lalu, namun para saksi tidak menghargai pihak kepolisian kepolisian.

Maka dengan demikian Kasiuw menyatakan bahwa apabila sampai pada panggilan ketiga dan tidak dihiraukan lagi maka pihak kepolisian kepolisian akan melakukan jemput bola kepada para saksi tanpa pandang bulu.”

Secara umum terlihat Kapolsek kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara sangat independen dalam menyatakan hukum dan keadilan tanpa menoleh kekiri dan kanan, akan terus jelas menelusuri permasalahan tersebut sampai tuntas demi hukum yang adil dan benar bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan hukum.
“Tutup.JCS

Leave a Reply

Your email address will not be published.